Menyisiri kembali komplek warung kopi lapakan untuk kalangan sopir angkutan dan pekerja lapangan lainnya. Lokasinya dijalan Bertais Mandalika, Kecamatan Cakranegara, Mataram. Pada deretan warung kopi sepanjang komplek terminal bus Mandalika ini, terdapat cerita menarik hingga memberikan julukan bagi kopi yang dijajakan pada salah satu warung kopi tersebut. Mereka menamainya “Kopi Perang”.

Ranah Kopi

kopi mataram

Kopi perang persis sama dengan kopi pada umumnya, tidak ada yang
berbeda. Namun menjadikannya bernama kopi perang karena pernah terjadi bentrok pemuda lantaran kopi hitam nan pahit tersebut.
Diceritakan, pernah ada salah satu warkop pada deretan warung kopi tersebut yang dikelola oleh seorang janda cantik beranak satu bernama Suriatin. Ia
di kenal sebagai pembuat kopi seksi yang nikmat. Racikan kopinya yang
pas, membuat tempatnya ramai dikunjungi pembeli.
Hingga suatu ketika, banyak pemuda yang ingin mendapatkan perhatiannya. Persaingan pun terjadi, seduhan kopi pertama yang diraciknya membuat iri pelanggan lain.
Mereka pun berebut perhatian itu sampai situasi warung yang ramai itu berubah menjadi bentrok. Dampaknya pun sampai menghancurkan warung Suriatin dan beberapa warung disebelahnya rusak parah. Kepolisian pun turut dilibatkan untuk
melakukan pengamanan dan melakukan proses hukum.

“Dari saat itu kita sebut kopi buatannya kopi perang. Karena itu tidak sekali saja terjadi, pernah juga sebelumnya karena saingan mendapatkan janda itu. Tapi sekarang sudah tidak ada, dia masih jualan tapi ditemani suaminya,” kata Mansin, yang berprofesi sebagai supir bus.

 

Sumber: http://life.viva.co.id/news/read/576628-salah-satu-tempat-kopi-yang-punya-cerita-di-mataram–ii-