Menonton laporan serangan drone mungkin membuat Anda mengantuk, dan kopi adalah salah satu jalan keluar agar melek kembali. Namun di Pentagon, kopi sebentar lagi tak akan menjadi ‘obat’ penangkal kantuk.

Ranah Kopi

Pentagon Ciptakan Pengganti Kopi

Mereka kini sedang mencoba untuk mengembangkan cara baru untuk meningkatkan perhatian: stimulasi otak dengan listrik. Para peneliti menguji dua metode non-invasif dengan melewatkan sejumlah kecil arus listrik ke otak.

Dalam satu skenario, tulis Boston Globe, subyek tes – beberapa mengonsumsi kafein, beberapa stimulasi otak, dan sisanya tidak – diminta tetap terjaga selama 30 jam penuh. Langkah ini dilakukan untuk mengukur siapa yang terjaga dan bersemangat lebih lama.

Hasilnya, mereka yang mendapat stimulasi listrik mengungguli mereka yang mengonsumsi kafein. Mereka juga tidak mengalami efek samping kafein, seperti kegelisahan.

“Awalnya saya tidak yakin dengan apa yang diharapkan,” kata Sersan William Raybon, salah satu peserta tes. “Ketika saya awalnya terhubung ke elektroda, ada rasa semacam sedikit kesemutan.”

Dia mengatakan bahwa meskipun kurang tidur, ia merasa “segar” setelah menjalani aliran listrik itu.

Tapi sebelum Anda terlalu bersemangat, ada persoalan juga jika terapi listrik ini dilakukan. Beberapa responden mengaku mengalami iritasi kulit akibat elektroda, sakit kepala, dan — pertanyaan besarnya adalah — keamanan jangka panjang.

 

Sumber:http://www.tempo.co/read/news/2014/02/19/072555575/Pentagon-Ciptakan-Pengganti-Kopi