Bagi Anda pecinta kopi, pasti tidak asing dengan kopi arang atau biasa dikenal dengan sebutan kopi joss. Ya, kopi arang memang cukup terkenal di tanah air, dan kopi yang terbilang cukup unik ini, hanya bisa Anda nikmati jika berkunjung ke Kota Yogyakarta.

Ranah Kopi

Kopi+Arang+(3)

Namun, tahukah Anda kalau kopi yang banyak dijual di sejumlah angkringan di sudut-sudut kota Yogya ini, kini bisa ditemui dan dinikmati jika berkunjung ke kota Palu, Sulawesi Tengah.

Kopi arang yang dibuat dan dijual di Warung Kopi (WarKop) Bamboe, Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan ini, rasanya tidak jauh berbeda dan  kalah nikmat dengan rasa kopi arang Yogya.

Manager WarKop Bamboe, Misbah Hidayat (27) menuturkan, baru dua bulan terakhir menjalankan usaha WarKop dengan kopi arang sebagai kopi andalannya. Ia mengaku, memasarkan kopi arang di Palu tidak lain karena terinspirasi oleh kopi arang yang banyak dijual di Yogya.

“Awalnya hanya coba-coba saja setelah terinspirasi dari Yogya. Tapi setelah dua bulan berjalan, ternyata kopi arang yang kami jual dengan coba-coba ini cukup diminati oleh sebagian pecinta kopi yang ada di Palu, makanya sampai sekarang masih kami pertahankan,” kata dia saat ditemui Liputan6.com di WarKop miliknya, Rabu (18/6/2014).

Sedikit yang membuat kopi arang Palu berbeda dengan kopi arang Yogya hanya dari sisi penyajiannya saja. Menurut Misbah, berbedanya karena kopi arang Palu disajikan menggunakan batok kelapa atau tempurung sebagai gelas dan penutupnya.

Sedangkan untuk bahan baku kopi sendiri juga berbeda, karena kopi yang digunakan berasal dari kopi asli Sulawesi Tengah, yang diramu secara tradisional dengan racikan dan bumbu khusus.

“Untuk bahan baku arang sama dengan arang yang digunakan kopi arang Yogya, karena arang yang kami gunakan juga berasal dari Yogya. Arang ini dari salah satu akar pohon khusus yang hanya bisa didapatkan di Yogya,” jelasnya.

Sementara yang membedakan kopi arang dengan kopi hitam lainnya yang bisa Anda jumpai di mana saja di negeri ini. Jelas karena kopi arang pembuatannya dicampur menggunakan arang.

“Ya, beda jelas karena menggunakan arang. Dan meskipun menggunakan arang, kopi ini aman untuk diminum siapa saja termasuk anak-anak,” tegas Misbah panggilan akrabnya itu.

Kelebihan kopi arang sendiri, karena kopi arang mengandung karbon aktif yang bisa mengikat kafein kopi, sehingga dampak negatif dari kafein dapat ternetralisir oleh arang yang membara saat dicelupkan ke dalam gelas tempurung yang berisi kopi panas.

Mengenai kelebihan lain dari kopi arang ini, jika dikonsumsi berkhasiat untuk kesehatan. Antara lain, dapat mencegah dan mengobati masuk angin, sakit perut, kolesterol, diabetes, serta beberapa penyakit dalam lainnya.

“Selain itu, kopi arang juga aman untuk lambung. Dikonsumsi sebelum makan saat pagi hari pun bisa. Per cangkir kami jual Rp 12 ribu sudah dengan dua sampai tiga potong arang tergantung ukuran arangnya,” sebut dia.

Hadirnya WarKop Bamboe yang menyajikan kopi arang, kini menjadi satu-satunya WarKop yang menyajikan kopi unik menggunakan arang di wilayah Kota Palu bahkan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

“Di Palu bahkan Sulawesi Tengah, memang baru kami yang menjual kopi arang. Kami berharap usaha ini akan terus berkembang dan kopi arang yang kami jual bisa lebih dikenal seluruh masyarat Sulawesi Tengah dan masyarakat luar Sulawesi Tengah,” pungkas Misbah.

Meskipun kopi arang terbilang asing bagi beberapa orang yang bukan pecinta kopi di Palu, ternyata tidak berdampak negatif. Melainkan sebaliknya, karena dari awalnya penasaran ingin melihat dan mencoba, beberapa warga yang tadinya bukan pecinta kopi akhirnya ingin terus meminum kopi arang.

Seperti halnya Brenda (24), salah satu warga Palu yang mengaku awalnya bukan pecinta kopi sejati, kini malah tergila-gila dengan kopi arang. Bahkan, saking suka dengan kopi arang, ia seminggu tiga kali berkunjung ke WarKop Bamboe untuk membeli kopi arang.

“Mulai dari rasa dan aromanya itu sudah sangat berbeda dengan kopi-kopi lainnya. Kalau kopi arang ini aromanya itu seperti aroma terapi enak untuk dihirup apa lagi diminum. Makanya saya yang tadinya tidak suka kopi jadi suka,” imbuh Brenda yang ditemui sedang menikmati kopi arang di WarKop Bamboe bersama rekan-rekannya.

Senada dengan Brenda, warga Palu lainnya, Erik (42) mengaku, sudah sering mengonsumsi kopi arang.”Di Kota Yogya sudah sering saya minum. Tapi sekarang saya tidak perlu jauh-jauh lagi harus ke Yogya kalau cuman mau minum kopi arang, karena di Palu sudah ada,” ujarnya.

Erik menambahkan, WarKop Bamboe pasti akan terus ramai dengan pengunjung, karena hanya WarKop Bamboe yang menjual kopi arang. Selain warga yang bukan pecinta kopi, para pecinta kopi yang belum pernah merasakan kopi arang di Palu pasti akan memadati WarKop Bamboe.

“Itu sudah pasti, karena kalau kopi-kopi unik lainnya seperti kopi Tubruk, Luwak, dan Aceh para pecinta kopi yang di Palu sudah rasakan. Tapi kopi arang pasti masih banyak yang belum coba, makanya saya yakin WarKop Bamboe ini ke depan pasti akan berkembang,” tandas dia.

 

Sumber: http://lifestyle.liputan6.com/read/2064963/menyeruput-kopi-arang-ala-yogya-di-kota-palu