Bisnis.com, JEMBER— Menyeruput kopi instan pada saat yang pas memang enak. Namun, perluhati-hati karena  menurut pakar pertanian yang juga peneliti di Universitas Jember, Jawa Timur, Profesor Ahmad Subagio, mengatakan produk kopi instan dapat menimbulkan hipertensi.

“Kandungan krimer nabati yang ada di beberapa produk kopi instan berpotensi menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan,” tuturnya, kepada sejumlah wartawan di Kabupaten Jember, Rabu (21/1/2015).

Menurut dia, mengonsumsi krimer nabati yang ada di dalam kopi instan dengan jumlah berlebihan dan dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan problem kesehatan seperti hipertensi dan penyumbatan pembuluh darah.

“Krimer nabati tidak dapat dicerna secara sempurna oleh tubuh,” ucap Subagio yang juga Ketua Lembaga Penelitian Universitas Jember itu.

Dia memeragakan percobaan kecil dengan tiga buah lilin, kemudian menaburkan krimer nabati di atas lilin tersebut dan hasilnya nyala lilin semakin besar, bukan sebaliknya, mati.

“Api semakin membesar karena krimer nabati bersifat eksplosif (mudah meledak) yang tinggi dan tentunya kurang bagus untuk kesehatan,” kata pakar pengolahan pangan lulusan Jepang itu.
article-1387746-0c07226d00000578-506_468x346

Terlalu banyak mengonsumsi kopi krimer, lanjut dia, sama halnya dengan mengonsumsi kolesterol kering karena tidak bisa dicerna oleh tubuh.

“Boleh mengosumsi kopi instan, namun jangan banyak-banyak,” kata Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember itu.

Dia menambahkan proses pembuatan kopi putih sebenarnya juga tidak memenuhi standar kesehatan, karena kopi disangrai dengan suhu kecil, sehingga kandungan kafein dan asam di dalam kopi tidak mengalami penurunan.

“Hal itu dilakukan, agar warna bubuk kopi yang dihasilkan tidak berwarna terlalu hitam. Kandungan kafein dan asam yang masih terlalu tingi karena suhunya terlalu kecil, juga tidak bagus untuk kesehatan,” tutur penemu modified cassava flour (mocaf) itu.

Dia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam mengonsumsi kopi putih dalam kemasan karena dapat menyebabkan penyakit kanker.

“Kopi tersebut sebenarnya bukan kopi putih. Warna putih pada minuman itu didapatkan dari estrak gula atau minyak nabati yang diekstraksi dan proses ekstraksi bahan tersebut menggunakan bahan kimia,” paparnya.

Subagio menjelaskan semakin banyak produk kopi instan di pasaran dengan berbagai variasi rasa perlu disikapi secara bijaksana oleh konsumen. (Bisnis.com)

.

Sumber: http://lifestyle.bisnis.com/read/20150121/106/393583/penikmat-kopi-ini-bukti-kopi-instan-bikin-hipertensi

1 Comments

  1. Pingback: 5 ALASAN UNTUK TIDAK MENGONSUMSI KOPI INSTAN | Ranah Kopi

Comments are closed.