Bali dan Gayo 2/2

Bali dan Gayo 2/2

Sambungan dari Bagian-1 Saat mentoring bisnis @tangandiatas dengan Pak @RoniYuzirman, beliau sekilas cerita bahwa sempat bertemu dengan Mas @ErbeSentanu, penulis buku Quantum Ikhlas, yang sedang diminta bantuannya untuk mempromosikan kopi Aceh Gayo. Saya jadi teringat saat Pesta Wirausaha 2013 lalu, saat ketemu dengan Mas Nunu, sapaan akrabnya, dan beliau bilang kepada saya hal yang sama. [...]

Bali dan Gayo 1/2

Bali dan Gayo 1/2

Sambungan dari tulisan Setelah Semerbak Coffee. Setiba di Bali, ternyata kafe Kopi Kultur tidak seperti yang saya bayangkan. Kafe ini termasuk tidak megah dan tidak wah. Malah bisa dibilang sederhana. Juga tidak terletak di lokasi strategis, malah bisa dibilang terletak di pelosok. Tapi kafe ini ramai dikunjungi orang. Saya dan isteri juga heran kok orang-orang [...]

Setelah Semerbak Coffee

Setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari Semerbak Coffee pertengahan April lalu, maka pencarian jati diri bisnis saya dimulai kembali. What’s next? Mau ke mana setelah ini? Apakah tetap berbisnis di bidang kopi? Atau mencoba bisnis bidang lain? Apakah mau usaha sendirian atau berpartner? Apakah bidang produksi atau jasa? Apakah model franchise? Banyak pertanyaan-pertanyaan yang bersliweran [...]