Ranah Kopi: Secangkir Cinta Indonesia

[Sambungan dari tulisan sebelumnya: Menerapkan Reduce–Reuse–Recycle] . Tepat sehari sebelum 1 Ramadhan, Ranah Kopi, brand boutique cafe kami, resmi dibuka. Ini merupakan hasil dari pencarian ide bisnis dan perjalanan spiritual sekitar dua bulan sejak saya mengundurkan diri dari Semerbak Coffee. Dari ide blank sesaat setelah keluar Semerbak “Waduh, saya mau ngapain ya sekarang?”, sampai mendapatkan [...]

Ranah Kopi #1 Top Places to Work in Indonesia

Kemarin kami diundang oleh Microsoft Indonesia dalam acara peluncuran Office 365, produk terbaru mereka. Di acara tersebut juga diumumkan hasil kontes yang diadakan oleh Microsoft UKM, yang bertajuk “101 Places to Work”. Tempat asyik untuk bekerja di luar kantor ini dipilih berdasarkan kriteria suasana, kesesuaian untuk kolaborasi, koneksi internet, ketersediaan daya listrik, dan kualitas makanan dan [...]

Persiapan Bisnis Baru: Belanda dan Priangan -2

[Sambungan dari Bagian-1.] Kebetulan sekali, lusanya mereka akan mengadakan cupping test untuk mentes beberapa jenis hasil proses olahan terakhir biji kopi mereka. Jadi kami sekalian diundang ke kebun kopi bapak tersebut di Pengalengan. Di hari yang telah ditentukan, setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, dan berjibaku dengan kemacetan di tol Cikampek dan daerah Kopo, akhirnya [...]

Persiapan Bisnis Baru: Belanda dan Priangan

[Sambungan dari tulisan sebelumnya Bali dan Gayo]. Beberapa bulan lalu, saya sempat mendaftarkan Semerbak Coffee untuk mendapatkan coaching dan konsultasi bisnis dalam bidang manajemen perusahaan dari sebuah organisasi nirlaba di Belanda. Organisasi ini mengumpulkan dan mengorganisir para expert freelancer yang ahli di bidangnya masing-masing, juga para expert yang telah pensiun dari perusahaan tempat mereka berkerja. [...]

Bali dan Gayo 2/2

Bali dan Gayo 2/2

Sambungan dari Bagian-1 Saat mentoring bisnis @tangandiatas dengan Pak @RoniYuzirman, beliau sekilas cerita bahwa sempat bertemu dengan Mas @ErbeSentanu, penulis buku Quantum Ikhlas, yang sedang diminta bantuannya untuk mempromosikan kopi Aceh Gayo. Saya jadi teringat saat Pesta Wirausaha 2013 lalu, saat ketemu dengan Mas Nunu, sapaan akrabnya, dan beliau bilang kepada saya hal yang sama. [...]

Bali dan Gayo 1/2

Bali dan Gayo 1/2

Sambungan dari tulisan Setelah Semerbak Coffee. Setiba di Bali, ternyata kafe Kopi Kultur tidak seperti yang saya bayangkan. Kafe ini termasuk tidak megah dan tidak wah. Malah bisa dibilang sederhana. Juga tidak terletak di lokasi strategis, malah bisa dibilang terletak di pelosok. Tapi kafe ini ramai dikunjungi orang. Saya dan isteri juga heran kok orang-orang [...]

Setelah Semerbak Coffee

Setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari Semerbak Coffee pertengahan April lalu, maka pencarian jati diri bisnis saya dimulai kembali. What’s next? Mau ke mana setelah ini? Apakah tetap berbisnis di bidang kopi? Atau mencoba bisnis bidang lain? Apakah mau usaha sendirian atau berpartner? Apakah bidang produksi atau jasa? Apakah model franchise? Banyak pertanyaan-pertanyaan yang bersliweran [...]